Udah pada tahu kan ya? Kejadian yang menggaduhkan sebagian umat Muslim di Indonesia. Bahkan, beberapa Muslim dunia ikut merespon kejadian ini.
Kok aku malah ngerasa merinding ya. Kayak, Allah tuh kasih momentum gini sebagai peringatan buat kita semua, untuk : mencerna lagi, memaknai lagi lafal
Nyess rasanya ketika melihat story orang-orang yang merasa :"Laa ilaaha illallah"
"Gw Gak Terima Kalimat Tauhid dibegitukan!"
Terlepas siapapun yang mengucapkan. Tak peduli emang dia terkenal relijius banget di keseharian atau yg ibadahnya kadang malah sekip. Duhai rasanya... Bukankah itu sinyal bahwa keberhambaan terhadap Tuhannya terusik.
Barangkali, kejadian ini bisa jadi pintu untuk kita. Membuka ruang kontemplasi untuk : mengkritisi pemahaman kita selama ini.
PR untuk menggali lagi, Udah sampai mana sih? udah segimana sih kita menjadikan Allah sebagai sebenar-benar ilahku? Sebenar-benar cinta sejatiku? Atau jangan-jangan selama ini kita hanya mengilahkan perhatian makhluk.
Udah segimana kita menjadikan secuil ilmu dan kemampuan yg Allah titipkan ke kita untuk semakin menguatkan Tauhid kita?
"Kayak pas Al-Maidah : 51, ya, Meg." Replay teman saya saat random-thoughts ini saya posting di WA .
Hehehe. Iyess. Bener banget! Kayak kejadian Al-Maidah : 51.
Betapa setelah itu orang-orang berbondong-bondong untuk mencari tahu dan memahami firman Allah yang satu ini. (Maasyaa Allah, jadi pada baca quran dan tafsir semuanya.)
Semoga kita jangan sampai hanya terbawa euforia topik yg lagi viral saja ya.
Tapi mampu membangun ruang muhasabah untuk diri kita sendiri. Kasian, ikut emosi tanpa ada usaha untuk lebih memahami. Yuk, sama-sama belajar lagi.

No comments:
Post a Comment