Beberapa hari terakhir siang berumur lebih panjang. Meski jam dindingku menunjuk pukul 17.28 dan hujan turun cukup deras, namun, susana tetap terlihat terang. Aku duduk memandang ke luar. Menyaksikan hujan yang dengan riang menciumi rumput dan dedaunan. Sementara Saujana dengan Suci Sekeping Hatinya menemaniku dari balik layar monitor. And you know what? Suddenly I feel, being happy can be that simple. Even just like this, in this current state, in this moment, saya menemukan kedamaian. Maha Baik Tuhan yang menjadikan kebahagian bahkan dengan cara yang sederhana pun tetap bisa kita rasakan.
Friday, 21 October 2016
Thursday, 20 October 2016
'Ia' Pada Waktunya
Ia adalah keniscayaan. Bahwa pada suatu masa, kita akan singgah dalam sebuah persemayaman dengan interval yang cukup panjang. Hanya saja, sang Ruang & sang Waktu benar-benar menjaga kerahasiaanya dengan baik. Jika engkau sedang menunggu, tunggulah! Ia pasti akan menjemputmu.
It's just a matter of time!
It's just a matter of time!
Subscribe to:
Comments (Atom)
-
Aduhai ... Fajar menggelar! Waktunya pasang topeng anggun digelar! Update! Aduhai ... Mentari merebak seujung tombak! Geraknya cepa...
-
" Seberapa yakinkah kita bahwa obsesi kita dapat mengantarkan kita pada keberartian, pada kepuasan batin sebagai seorang hamba yang...
-
Ada hal yang ditunggu, namun tak kunjung berlabuh. Ada yang diharapkan, namun tak juga kesampaian. Pula ada yang tak terduga Allah dat...

