"...
Rapuhnya aku Kau Maha Tahu
Pagi, siang, malam dunia yang ku tuju
Saat ku jatuh baru ku sadar
Kau lah segalanya
... "
Sepenggal dari lirik lagu Edcoustic yang
berjudul 'Tujuh Surga'. Membaca sekilas liriknya kita mengerti sedikit
makna dari lagu tersebut.Ya, inilah dunia yang sangat kita cintai.
Apa yang kita kejar setiap waktu dari dunia ini melainkan hanya
kenikmatan? Kenikmatan yang semata-mata untuk pemenuhan nafsu kita
belaka.
Lihatlah! Seberapa tinggi usia kita, seberapa lama waktu
yang telah tercecer begitu saja. Tahun-tahun berlalu bagaikan sekejap
mata. Karena diri telah asyik terbuai oleh kebahagiaan dari harta yang
kita kumpulkan. Padahal siang dan malam terus mengikis umur kita.
Ingatlah! Bukan seberapa banyak harta yang kita dapatkan akan dihitung, namun seberapa penuh tabungan amal kita akan dihisab.
Kita sering menyesal karena kekurangan harta, namun tak peduli dengan umur kita yang terus berkurang.
Siang hari kita telah berlelah mengerjar duniawi, apakah malam akan
terlewat begitu saja? Tanpa ada muhasabah? Tanpa ada penghambaan kepada
yang memiliki dunia itu sendiri?
Lalu dimanakah kita meletakkan posisi pergantian alam? Adakah hari perhitungan sudah terjadwal dalam hati?
"Dunia sebenarnya mimpi, sedang akherat adalah yang sebenarnya, sementara pertengahannya adalah kematian."