Thursday, 26 April 2018

Hujan dan Doa Kita



Kamu tahu mengapa hujan sering kali membuat kita baper?
Mungkin karena tanpa kita sadari, 
kita sama-sama saling mendoakan.
Lalu boleh jadi Tuhan menyampaikan doa kita 
melalui aroma hujan yang sama-sama kita hirup.
Dan akhirnya salam yang kita panjatkan sama-sama 
menyentuh relung hati kita masing-masing.



Ibnu Qudamah dalam Al Mughni[1]mengatakan, ”Dianjurkan untuk berdo’a ketika turunnya hujan, sebagaimana diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ

“Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan : [1] Bertemunya dua pasukan, [2] Menjelang shalat dilaksanakan, dan [3] Saat hujan turun.”[2]

Sumber : https://rumaysho.com/1695-turun-hujan-berdoa.html

Monday, 23 April 2018

Bagaimana Bila Keadaanmu Sama?


Pagi ini beberapa chat masuk.  Serentak mengatakan
"Maaf, mbak. Hari ini aku nggak bisa jadi bantu" kurang lebih begitu kalimatnya.
Disusul dengan alasan masing-masing yang saat itu belum dapat kuterima.

Aku hanya membaca pesan-pesan itu. Perasaanku sedang tak menentu. Tak bijak rasanya ketika harus menanggapinya dalam keadaan hati yg tak stabil.

Seketika pikiranku ambyar.  Beberapa jadwal yang saling berkejaran menuntut untuk diselesaikan.
 Waktu yang sudah diatur sedemikian rupa, jadi kacau tak karuan.
Belum lagi grup yang satu ribut  karena kurang orang.
Satu makhluk di depanku juga sudah mulai mecucu dan berkomat-kamit
karena sadar bahwa semua tak lagi sesuai rencana.

Ahh..  Pelupuk mataku berembun.
Dalam keadaan seperti ini rasanya mengutuk semua orang boleh jadi dapat memuaskan amarah.
Memojokkan, memberi tekanan, menyalahkan, seharusnya aku mempunyai kewenangan untuk melakukan hal yang sama.

Aku berlalu.  Ku netralkan perasaan dan mulai berfikir, bahwa aku akan mengerjakan yang aku bisa. Memberikan ikhtiar terbaikku saja.
Meski sempat ada cemas, bagaimana bila nanti aku jadi mc sendiri, jadi pembicara sendiri, ngasih snack sendiri, dokumentasi sendiri,  ke sana ke mari sendiri. Dll.

Rasa-rasanya....

Namun, tiba-tiba terlintas di fikiranku ...

"Bagaimana bila kamu pun sama?"
harus menyelesaikan amanahmu seorang diri, sehingga mau tak mau membatalkan kesepakatan yang sudah kita sepakati.

"Bagaimana bila kamu pun sama?"
Harus berjuang seorang diri, karena satu dan lain hal yang di luar kendali.

"Bagaimana bila kamu pun sama?"

Astaghfirullah...  Laa hawla walaa quwwata illaa billah.

Aku melangkah.  Kali ini langkahku terasa lebih ringan. Hatiku pun mulai lapang. Dan pertolongan Allah berdatangan saat kita mengembalikan semua padaNya.

Hari Ini Aku Menyatakan Cinta



Boleh jadi deklarasi cintaku kali ini adalah deklarasi cinta paling tabah seumur masa.

Sebab baru kali ini aku menyatakan cinta tanpa syarat air mata.

Meski  bening-bening di pelupuk mata akhirnya retak dan pecah.
Setidaknya ia tak mengalir di hadapanmu, bukan?

Tadi...
Harusnya aku memelukmu erat saat perpisahan.
Namun nampaknya aku tak cukup berani dan percaya diri.
Ah...  Paling tidak aku telah mengungkapkan rasa kagum yang teramat lama kupendam.

Kamu tahu apa yang paling kusukai dari sebuah perpisahan?

Ialah kesempatan untuk bertemu lagi, lagi, dan lagi.
Dan di saat yang sama, aku akan mengungkapkan cintaku sekali lagi, lagi, dan lagi.

Tuesday, 10 April 2018

Kopi Malam



Cangkir-cangkir itu selalu setia menemani lingkaran kita.
Sensasi manis-pahitnya menjadi cagak kelopak-kelopak mata yang mulai layu.
Entah kandungan apa yang merasuki raga,
sehingga sendi-sendi yang sudah mulai pegal linu  kembali pulih bertenaga.
Mungkinkah serbuk 'Bismillah'  yang sempat ditaburkan sebelum kita menyeruputnya?

Malam ini kita kembali bertemu.
Berbincang hangat dengan ditemani kopi malam.
Ada jernih mimpi yang kita lihat dari secangkir air yang keruh itu.
Ada energi baru yang kita hirup selaras dengan aroma terapi kopi malam yang merebak.

Memang semestinya, pertemuan ini bisa menggubah semangat baru.
Memang semestinya, pertemuan ini bisa menjadi penegur,
agar niat kita yang compang-camping dapat kembali kita tenun.

Semangat Berdaya, kawan-kawanku.  Allohu yubarik lakum.

[Definisi] Selesai Dengan Diri Sendiri