Friday, 29 June 2018

Berproses [Jilid III]



Barangkali ada banyak hal yang memang akan terlewati seiring berjalannya waktu.
Tanpa kita harus mengahadapi,
Tanpa harus mengatasi.
Kita hanya duduk dan berharap hari itu akan berlalu.  Dan memang, berlalu.

Tapi pasti, proses saat kita menunggu akan terasa begitu
mendebarkan,
tak karuan,
hati tak nyaman,
pikiran tak tentram,
lalu berharap hal ini agar cepat-cepat menghilang.
Iya, kan?

Berproses bukan hanya soalan berapa lama waktu yang sudah kita lalui.
Andai begitu, usia akan sebanding lurus dengan kadar kedewasaan seseorang. Nyatanya, tak selalu.

Berproses adalah bagaimana cara kita melalui hari itu.
Berproses adalah bagaimana cara kita menghadapi persoalan.
Berproses selalu membuat kita belajar dan bertumbuh.

Maka, menghadapi persoalan hanya dengan menunggu sang waktu menggulirkan hari tak akan pernah membuat masalah kita benar-benar selesai.
Ia hanya berlalu dan suatu saat akan kembali menghampirimu.
Lalu apakah kau akan kembali duduk cemas sembari menunggu?
Kalau begitu teruskan saja hingga kecemasanmu menikammu dengan perlahan.

Sunday, 24 June 2018

Berproses [Jilid II]



Kamu tahu? Bahwa harapan dan kenyataan kita hanya dibatasi oleh garis ikhtiar dan taqdir.

Kabar gembiranya, Allah tidak hanya melihat hasil. Namun lebih kepada proses.

"Dan katakanlah, Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan." - (QS. At-Taubah 9: Ayat 105)

Maka, berproseslah.  Berikan ikhtiar terbaikmu semata-mata karena Allah mencintai orang yang berusaha.
Jangan mencemaskan ketetapan yang sudah Allah gariskan.
Cemaskan dan fikirkan saja bagaimana agar setiap proses yang kita jalani mendapatkan ridho dari Allah.
Cemaskan dan fikirkan saja apakah kita menuai keberkahan dalam setiap proses yang kita ikhtiarkan atau tidak?

Perkara hasil? sudah jelas bahwa ketetapan Tuhan merupakan sebuat ketepatan yang mutlak.

Berproses [Jilid I]



Berproseslah dengan tenang.
Selayaknya Ibu yang damai mengandung anaknya 9 bulan.*

Tak mengapa bila memang harus terjaga lebih lama.
Tak mengapa bila harus menahan nyeri saban hari.

Berproseslah...
Tak jadi soal bila memang harus
berlari lebih jauh.
Tak jadi soal bila memang harus berusaha lebih keras.

Tetaplah berproses...
Tak peduli bila memang diri ini membutuhkan waktu lebih banyak dari yang lain.
Untuk dapat mengerti, untuk memahami arti.

Kamu tak perlu menuntut dirimu sama cepatnya seperti yg lain.
Tak perlu menuntut sama hebatnya seperti yg lain.

Setidaknya kembalikan semua niatan kepada pemiliknya.
Agar selama apapun waktu yang kita perlukan untuk berproses
menjadi salah satu bentuk dzikir yang terus mengalir.

Tetaplah berproses...
Dan jangan berhenti.
Biar Tuhan saja yang menjadi penentu kapan proses ini harus menepi

*kutipan : Menyimpul Sepi

Wednesday, 6 June 2018

Pulang

Ada yang mencemburui kata ‘pulang’
Sebab akhir-akhir ini namanya begitu riuh menggema oleh penghuni depan rumah
Sedang hatinya sepi, menunggu yang pergi tak  kunjung kembali.
Maka alasan setiap kali kakinya bertolak
Adalah tekad utuk turut bisa  berkata
: Aku pulang

Catatan 4 tahun silam. Diposting ulang di ;
Surakarta, 06/06/2018
Yang merindukan Bapak, Abang  dan Mbakyu kesayangan.

[Definisi] Selesai Dengan Diri Sendiri