Tuesday, 31 July 2018

Hampir Mati

Pernahkah kau menakar kadar cinta dalam hatimu, Kepada-Nya?

Atau mungkin, sekarang kau tersadar, bahwa kau tak bisa merasakan apa-apa.  Bahkan walau  sekadar 'terkejut' tahu nuranimu tengah beku.
Hatimu meranggas. Langkahmu lunglai. Fikiranmu runyam. Tak tahu apa yang sedang kau cari. 

Nampaknya kalbumu sedang kebal. Tersekat oleh dinding-dinding maksiat. 
Terputus selaras dzikir dan doa yang turut terhenti. 

Kemari ...
Tilik lagi imanmu.
Boleh jadi, sepertiga malam mu sering terlewat.
Barangkali ada hak orang lain yang belum tertunaikan.
Atau mungkin kau ambil lagi sebagian dari jatah mereka. 
Lupa diri. Tak terkendali. Nafsu dunia merajai hati. 

Kau tersadar.
Hatimu kosong, jiwamu hampa.  Ia hampir mati.
Nelangsa melawan kemarau yang sedemikian lama. 😖

Kembalilah ...
Belum terlambat.
Sirami lagi agar ia mampu bertahan untuk hidup.
Basuh lagi dengan cinta-Nya.
Hidupkan lagi sepertiga malamnya.
Alirkan lagi energi kebahagiaan.
Hiduplah lagi dengan fitrahmu.

Cinta kita sering kali ala kadarnya. 
Namun kasih Allah tak terbatas.

Rasa Rumit



"Bulek Nangis" begitu kataku ketika menceritakan kepada Bapak saat aku datang ke pernikahan anak perempuan Bulek di Banjarnegara.

Bapak diam sejenak.

"Alm. Ibukmu juga nangis pas mbak lela nikah." Kata Bapak beberapa saat kemudian.

Nampaknya fikiran kami sama-sama dibawa ke masa 6 tahun silam. 
Masih jelas betul bagaimana harunya alm. Ibuk melepaskan anak perempuan pertamanya.
Hampir sama seperti Bulek saat bertemu denganku.  Ia memelukku erat. mengeluarkan segala perasaan di hati yang cukup rumit melalui air mata.
Anak perempuan satu-satunya, pada hari itu resmi menggenapi separuh agamanya. Pada hari itu pula surganya beralih kepada suaminya.  Dan pada hari  itu pula perjalanan ibadah terbesar di mulai. Baktinya kepada suaminya nanti yang akan mengantarkan Bapak-Ibunya ke surga. 

Aku terdiam. Mulutku bungkam. Hanya bisa menyalurkan energi melalui pelukkan bulek yang aku balas. 

Aku memandangi putri bulekku yang usianya sekitar 4 tahun di atasku.  Lalu beberapa saat kemudian kenangan-kenangan dahulu secara acak muncul di fikiranku.
Pasang surut kehidupan rumah tangga Bapak dan Ibukku tiba-tiba terkenang. Aku semakin paham, mengapa hampir setiap Ibuk yang aku jumpai baik dipernikahan sanak famili, teman, dan lainnya matanya sembab karena menangis. Walau mungkin tangisannya disembunyikan.
Pernikahan adalah peribadahan besar, maka ujiannya pun besar.  Setiap orang tua paham betul apa-apa yang kelak akan dihadapi oleh anaknya setelah akad terikrarkan. Wajarlah bila mereka tak kuasa menahan perasaan-perasaan rumit yan membuncah dalam dadanya.

Tiba-tiba aku baper.  Bukan karena aku masih jomblo, bukan. [bersambung  ...]

Saturday, 21 July 2018

Kaya Rasa


Setiap kesulitan yang kamu alami, timbul tenggelamnya hidup yang kamu lewati, akan menjadikanmu sosok yang kaya rasa. Jadi, nikmati saja alurnya, belajarlah darinya.

Di masa depan, hal itu  akan sangat berguna ketika kamu sedang dalam siklus hidup yang sama. Atau barangkali kamu bisa menjadi jalan keluar bagi permasalahan orang-orang di sekitarmu.

Saya percaya guru terbaik dalam hidup itu adalah pengalamanmu sendiri. Ia membuat kita dapat merasakan bagaimana emosi yang timbul dari suatu kejadian. Ia membuat akal kita bekerja lebih taktis dalam memecahkan persoalan. Sebab, akal dan rasa biarkanlah keduanya beriringan. Mereka yang membuat kita dapat memanusiakan manusia.

 Kamu ... akan semakin matang.

Wednesday, 11 July 2018

[P. A. M. I. T]


Kamu tentu paham untuk urusan perpisahan aku yang paling tidak professional. Terlebih beberapa hari terakhir begitu banyak orang yang memutuskan untuk pergi.
Kalau ternyata aku sedih, itu pertanda bahwa Aku telah menyisihkan satu ruang di hatiku untuk kau tempati.

Bagaimana pun setiap perjumpaan selalu satu paket dengan perpisahan. Nyatanya, aku tak dapat menahanmu untuk tetap tinggal, maka cara terbaik menyikapi pamit dari mu adalah dengan melapangkan hati.

Teriring doa dariku untukmu. Semoga Tuhan senantiasa menjagamu dan melimpahi dirimu dengan keberkahan.


[Definisi] Selesai Dengan Diri Sendiri