Pernahkah kau menakar kadar cinta dalam hatimu, Kepada-Nya?
Atau mungkin, sekarang kau tersadar, bahwa kau tak bisa merasakan apa-apa. Bahkan walau sekadar 'terkejut' tahu nuranimu tengah beku.
Hatimu meranggas. Langkahmu lunglai. Fikiranmu runyam. Tak tahu apa yang sedang kau cari.
Nampaknya kalbumu sedang kebal. Tersekat oleh dinding-dinding maksiat.
Terputus selaras dzikir dan doa yang turut terhenti.
Kemari ...
Tilik lagi imanmu.
Boleh jadi, sepertiga malam mu sering terlewat.
Barangkali ada hak orang lain yang belum tertunaikan.
Atau mungkin kau ambil lagi sebagian dari jatah mereka.
Lupa diri. Tak terkendali. Nafsu dunia merajai hati.
Kau tersadar.
Hatimu kosong, jiwamu hampa. Ia hampir mati.
Nelangsa melawan kemarau yang sedemikian lama. 😖
Kembalilah ...
Belum terlambat.
Sirami lagi agar ia mampu bertahan untuk hidup.
Basuh lagi dengan cinta-Nya.
Hidupkan lagi sepertiga malamnya.
Alirkan lagi energi kebahagiaan.
Hiduplah lagi dengan fitrahmu.
Cinta kita sering kali ala kadarnya.
Namun kasih Allah tak terbatas.
Atau mungkin, sekarang kau tersadar, bahwa kau tak bisa merasakan apa-apa. Bahkan walau sekadar 'terkejut' tahu nuranimu tengah beku.
Hatimu meranggas. Langkahmu lunglai. Fikiranmu runyam. Tak tahu apa yang sedang kau cari.
Nampaknya kalbumu sedang kebal. Tersekat oleh dinding-dinding maksiat.
Terputus selaras dzikir dan doa yang turut terhenti.
Kemari ...
Tilik lagi imanmu.
Boleh jadi, sepertiga malam mu sering terlewat.
Barangkali ada hak orang lain yang belum tertunaikan.
Atau mungkin kau ambil lagi sebagian dari jatah mereka.
Lupa diri. Tak terkendali. Nafsu dunia merajai hati.
Kau tersadar.
Hatimu kosong, jiwamu hampa. Ia hampir mati.
Nelangsa melawan kemarau yang sedemikian lama. 😖
Kembalilah ...
Belum terlambat.
Sirami lagi agar ia mampu bertahan untuk hidup.
Basuh lagi dengan cinta-Nya.
Hidupkan lagi sepertiga malamnya.
Alirkan lagi energi kebahagiaan.
Hiduplah lagi dengan fitrahmu.
Cinta kita sering kali ala kadarnya.
Namun kasih Allah tak terbatas.


