Sunday, 9 December 2018

Temali Cinta Keluarga Ibrahm [Episode I]



Namrud dan Babilonia
Angin siang itu berhembus, menyapu rata semenanjung arab yang meranggas, membawa kabar berita dari timur, tentang tangga menuju langit yang dibangun dengan tujuan untuk menemui Tuhannya Ibrahim. Kabar itu tersiar panas, sepanas Jazirah Arab di siang hari yang gundul itu, tak ada yang mampu menahan laju anginnya yang membara di tanah tandus nan gersang, ia melesat dengan iringan suara bising dari palu, bodem, linggis, yang saling beradu jotos sepanjang waktu. Sementara angin itu sendiri bersumber dari nafas penderitaan, nafas yang termehek-mehek dari budak-budak nestapa yang seribu tahun usianya hanya untuk membangun tangga menuju langit itu.
Ialah Namrud Bin Kan'an. Tirani raksasa dari Babilonia. Kerajaan yang pernah menguasai sebagian besar wilayah Asia Barat danTimur Tengah, sekiranya di 2000 tahun SM.
Maha besar Allah yang telah menganugerahi Namrud dengan kecerdasan yang adiluhung. Raja yang telah dianugerahi dengan daya intelektual yang tinggi dan menjadi ahli dalam berbagai bidang seperti arsitektur, matematika dan ilmu falak. Disamping itu, Namrud mahir dalam perhitungan matematika dalam konstruksi bangunan-bangunan besar, jembatan, kuil, istana dan bendungan. Antara lain kontribusinya adalah konstruksi sistem saluran irigasi di lembah Tigris dan Euphrates.
Namun kecerdasan yang dianugerahkan oleh Tuhannya tak pernah ia gunakan untuk bersyukur kepada sang pemberi. Bahkan dengan angkuh ia menyangkal peringatan yang dibawa oleh Ibrahim, dengan ilmu falaq yang ia kuasai ia mempengaruhi pemikiran rakyatnya dan mengaku dirinyalah sebagai Tuhan yang paling agung. Dengan kecerdasan adiluhungnya ia membangun bangunan-bangunan megah untuk membuat takjub siapapun. Dan rakyatnya yang jahiliyah dengan begidik sembah sujud kepada si Namrud.
Maka kehidupan di Babilonia kala itu begitu bak dengan huru-hara. Manusia menghambakan diri kepada manusia. Memuja kesemenaan dan berhala. Tunduk kepada syahwat dan gemerlap duniawi. Yang melarat makin sekarat, yang serakah makin membuncah. Ah, tak akan kau temui tangan yang saling menguatkan, bahu yang saling menopang, semua orang beringas. Saling memangsa satu sama lain.
Duhai Raja Namrud yang terlampau sombong! Untuk menantang dan ingin menemui Tuhannya Ibrahim, dengan kecanggihan arsitektur yang ia miliki, Namrud mendirikan sebuah tangga menuju langit, tangga spiral yang mengelilingi menara babel yang dibangunnya begitu megah. Bangunan pencakar langit pertama di dunia. Puncaknya hilang diantara rerimbunan awan. Tak ada sepasang mata yang mampu menjangkau puncak menara, pandangannya menggantung, gelap, melayang seperti pandangan mata para budak pembuatnya yang tak jelas kemana arah kehidupannya. 
Maka saat rakyat Babilonia siang itu dimabuk kepayang oleh keserakahan dan gemerlap duniawi, Tuhannya Ibrahim dengan semudah mengucapkan huruf "Kaf' meruntuhkan kiamat dari puncak menara langit itu. Semuanya berduyun rangsek ke bumi. Mungkinkah pembangunan menara Babel ini salah alamat? Bukannya menuju kahyangan namun ia menyundul neraka? Sehingga kiamat meruntuhkan istanah dalam sekali hirupan nafas yang begitu pendek. Sependek nafas yang terengap-engap dari para budak nestapa yang membangunnya.
Duhai Namrud, Tirani Raksasa Babilonia, ingatlah, masih ada yang Maha Perkasa di alam semesta ini. Bukankah Tuhan melalui Ibrahim telah memberikan banyak peringatan?
"Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintah (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan : "Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan," Orang itu berkata, "Saya dapat menghidupkan dan mematikan". Ibrahim berkata, "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat," lalu heran terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang - orang yang zalim." (QS. Al-Baqarah [2] : 258).
Duhai Namrud, Tirani Raksasa Babilonia, ingatlah, masih ada yang Maha Perkasa di alam semesta ini. Bukankah Tuhan melalui Ibrahim telah memberikan peringatan?
Bersambung... 

No comments:

[Definisi] Selesai Dengan Diri Sendiri