Dalam kaca mata seorang pengkhilaf seperti saya, bersedekah akan lebih mudah ketimbang dengan benar-benar bersyukur secara utuh. Meskipun keduanya sensible esensinya mungkin sama.
Dalam kaca mata seorang pengkhilaf seperti saya, segala kebaikan yang nampak akan jauh lebih mudah di lakukan dari pada melakukannya dalam kerahasiaan.
Kebaikan seperti bersedekah, memberi ke tetangga, membantu kerabat, mendengarkan keluh kesah orang lain adalah jenis kebaikan yang nampak. Boleh jadi kesemua itu sudah menjadi rutinan hal yang di lakukan.
Tapi siapa tahu? Bahwa melakukannya dalam kerahasiaan adalah kepayahan. Menyembunyikannya dari tangan yang lain itulah yang paling sulit.
Dalam kaca mat pengkhilaf seperti saya, kebaikan rahasia yang paling sulit untuk di lakukan.
Seperti bersyukur secara utuh, atas semua yang dimiliki atau tidak, yang kita dapat atau belum, yang telah datang atau yang sudah menghilang.
Seperti ridho atas segala sesuatu yang telah terjadi, yang tengah terjadi, dan yang akan terjadi. Ridho atas segala takdir yang tetap maupun yang tetap bisa di rubah.
Kebaikan seperti memaafkan orang lain meski tak diminta. Mengikhlaskan hutang seseorang. Menghapus kecewa dalam diri.
Kebaikan seperti menahan perasaan amarah, sedih bahkan bahagia yang terlalu membuncah. Atau kebaikan seperti tak berprasangka kepada orang lain. Adalah jenis kebaikan yang sulit untuk dilakukan.
Padahal, sebuah kebaikan akan lebih bernilai jika tak hanya lahir kita yang melakukannya . Tetapi juga batin kita.
#ntms
No comments:
Post a Comment