Thursday, 6 December 2018

Keluarga Biasa



"Meg, Gw pindah rumah"
Sebuah chat masuk.  Seperti biasa, pengantar topiknya lugas dan tanpa basa-basi.  Chat itu datang dari seseorang yang saya kenal pertama kali saat bekerja di salah satu stasiun radio.

Sudah tertebak kemana topik chat siang ini akan berlayar.  Seputaran kerumahtanggaan, finansial, dan kawan-kawannya.

Pertanyaan klasik pun saya ajukan.
"Pindah ke mana, Say?"

Kami larut dalam obrolan siang ini.  Tanpa perlu wawancara serius, teman saya yang satu ini akan mengalir dengan sendiri untuk menceritakan tanpa perlu keluar dari teritori privasi.

"Alhamdulillah.  Mayan deket dari kota dan terjangkau ya, Saay" begitu responku.

Tak selang beberapa lama chat itu terbalas. 
"Kata Mas Bojo, yang penting dekat dengan masjid atau mushola, Ga."

Masyaa Allah, Barokallohu fiik. Batinku.

Saya cukup kenal baik dengan istri dan suaminya.
Mereka orang-orang biasa, dengan penampilan biasa.
Bukan seseorang yang akhey-ukhtey look-like-banget yang lengket dengan simbol-simbol islamis. Jilbabny biasa. Pakaiannya biasa. Meski kadang rok masih sekip dan lebih sering pakai jeans.
Namun, keduanya istimewa. Sebab, mereka adalah sepasang suami-istri biasa yang sama-sama bertekad untuk menjadi lebih baik. Meski perlahan tapi terlihat pasti.

Seperti bagaimana mereka  sangat menjaga shalat mereka untuk istiqamah dikerjakan di awal waktu.
Sedang suaminya juga berusaha keras untuk mendirikan shalatnya yang lima berjamaah di masjid. Hal ini pun berdampak  saat mereka memustuskan untuk mencari tempat tinggal baru.

Angin sakinah tengah menaungi keluarga ini.
Saya cukup sadar akan revolusi yang terjadi pada diri teman saya yg satu ini.  Gadis sumatra yang dulu cukup liar pikirannya, sehingga membuat ia terlihat memiliki kepribadian yang keras dan tak mudah untuk dipatuhkan, kini, semenjak menikah, ia bertransformasi menjadi perempuan yang begitu lunak.

Saya kira bukan karena lidah suaminya yang dingin.  Tapi karena prinsip luar biasa dari keluarga biasa ini: untuk sama-sama menjadi lebih baik setiap harinya dan ingin menggapai ridho Allah swt.
Barokallohu fiikum

No comments:

[Definisi] Selesai Dengan Diri Sendiri