Monday, 20 November 2023

Menghadapi Futur : Cara Membersihkan Hati yang Kotor

    Futur itu adalah fase yang pasti akan menimpa diri. Kita perlu memahami diri kita, tentang ritual apa, hal apa, yang kiranya dapat membantu kita untuk menemukan kembali kejernihan hati. Menemukan  kekuatan yang mampu mendorong agar kita  dapat kembali bangkit. Selain lima obat hati, saya sendiri  adalah membaca buku dan menyimak shirah nabawi. Dua ritual kunci yang sangat berpengaruh untuk membantu saya dapat bangkit dari fase futur. Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah.

Belum lama ini. Menarik sekali, tiba-tiba saya dipertemukan dengan penjelasan Q.S Al Baqarah : 129.


Rabbanā wab'aṡ fīhim rasụlam min-hum yatlụ 'alaihim āyātika wa yu'allimuhumul-kitāba wal-ḥikmata wa yuzakkīhim, innaka antal-'azīzul-ḥakīm

" .... yang akan (1) membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan (2) mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan (3) Al-Hikmah  serta => mensucikan mereka. ..."

 

Ternyata belajar (Qur'an) dan menggali hikmah (sunnah), memang menjadi salah satu cara untuk 'mensucikan mereka'.  Maksud dari kalimat 'mensucikan mereka' di sini adalah membersihkan hati (purification, tazkiyah).

Hal ini sejalan dengan mengapa membaca buku dan menyimak shirah itu dapat membantu kita bangkit dari futur. Karena melalui ilmu dan kisah-kisah tersebut kita sedang disirami dengan cahaya hikmah yang dapat membersihakan hati.

Futur itu adalah tanda dari hati yang menjadi keruh. Entah karena rasa marah, iri, kecewa, bohong, kompetisi dan cinta dunia dll. Hal-hal yang membuat hati kita yang sebelumnya Allah ciptakan sebening cristal menjadi kian kotor, bertambah kotor, semakin kotor dan menjadi hitam.

Maka, purification atau tazkiyah adalah ritual yang perlu  senantiasa kita lakukan. Allah sudah pandu kita bagaimana melakukan purification atau tazkiyah tersebut, salah satunya melalui Q.S Al-Baqarah ayat 129.

Maasyaa Allah, Tabaarakallah.

No comments:

[Definisi] Selesai Dengan Diri Sendiri