Sunday, 13 May 2018

Satu Arah [Jilid 1]



Bersama dia. Saya bahagia menjadi pendengar sebagaimana ia bahagia menceritakan.
Kami tak sama. Meski banyak orang yang suka ketuker2 ketika memanggil nama kami.

Dia suka stand up, aku lebih banyak seriusnya. Dia jalan nyantai, aku sukak lari-lari 😓
Dia suka nekad,  sampai bikin aku nggak kuwad! 😣

Bayangin aja dalam hal yang remeh-temeh saja kita sering berbeda.  Seperti seberapa sering aku ngeluh
"Za! Cepetan napah?!"
Atau seberapa banyak dia komplen
"Meg! Pelan-pelan dong! Capek tauuk!"

Dia suka backpackeran ke Barat, aku jalan sendirian ke timur.

But,  it's life.  Bukankah saban hari kita banyak dibenturkan dengan bermacam perbedaan. Tapi perbedaan itulah  yang sebenarnya kita pelajari dalam hidup. Bagaimana sebuah hubungan persahabatan, pernikahan, kekerabatan, kekeluargaan bisa bertahan, adalah pada saat seluruh unit didalamnya belajar dari perbedaan masing-masing.

Wa are different. But, We learn from each other.

Meski pada kenyataannya belajar itu nggak seenak coklat.  Atau mendoan barangkali.
Kadang sukak jadi sebel tanpa alasan sama dia. Saat orang lain terang-terangnya mbandingin Aku dan Dia. (udah kayak judul pelm aja).  Dan pasti sebaliknya.
But, itu kode buat masing-masing kita.
Biar kita ngerem dikit, belajar melek, boleh jadi ada yang terseok-seok saat mereka mencoba mengimbangi kita sepihak.
Itu kode buat kita, biar kita belajar peka. Boleh jadi kita nyante2 saat dia sedang susah payah   melakukan sesuatu untuk kebaikan bersama.

Itu kode buat kita.
Agar kita belajar tentang ketersalingan.  Saling cerita, saling dengar, saling mengimbangi, saling memahami.

Itu kode buat kita agar kita belajar untuk menghargai cara pandang masing-masing, perasaan masing-masing, bahkan hal-hal kecil yang boleh jadi tak terlintas difikiran kita.  Apa misalnya?  (kalau ada yang tanya baru aku jawab deh.  Hehe)

Aku dan Dia.
Kita berbeda.
Dia kutub utara, aku kutub selatan, karena itulah kita menyatu.

Dia ke Barat. Aku ke Timur.
Namun sejatinya, kita sedang menuju arah yang sama.
Pada suatu titik, kita saling bertemu.
Untuk itulah kami bisa berjalan beriringan. Tanpa perlu memaksa aku menjadi dia, atu dia seperti aku.

Karena kita
Satu Arah.

No comments:

[Definisi] Selesai Dengan Diri Sendiri