Dulu saya pernah berandai-andai.
Andai rumahku di kota, akses akan lebih mudah dijangkau, nggak perlu subuh - subuh berangkat ke kota, nggak usah lewat malam sampai ke rumah. Sendiri lagi #wkwkwk
Nggak perlu 2 kali sehari ngisi Bensin full, butget pasti lebih ngirit 😬 dan segala keenggakperluan yg lain.
Eh, makin ke sini makin sadar, seharusnya yang nggak perlu itu ya berandai-andai itu sendiri. Iyalah, Allah baiknya itu tepat, kasih tempat berteduh di desa, biar pas pulang saya bisa sebenar-benarnya istirahat.
Allah baiknya tepat banget, kalau ke kota saya di kasih kesempatan untuk berada di tengah hiruk-pikuk orang, saat pulang adalah saat aku bisa Q-Time-an sama keluarga dan diri sendiri.
Berhubung fokus saya mudah teralihkan, Allah kasih sebaik-baik tempat untuk konsentrasi saat belajar. Dan masih banyak lagi ketepatan atas kebaikan yang Allah berikan.
Nikmat Allah bejibun, syukur saya yang sering diitung-itung.
No comments:
Post a Comment