Finally, salah satu fase ujian dalam hidupmu telah terlewati. Sebelumnya, kulihat dirimu begitu serius untuk menghadapinya. Hingga kamu rela pergi pagi pulang petang, kamu terlihat lebih sibuk dari seorang karyawan kantoran. Sampai-sampai rumah kau jadikan seperti hotel, hanya untuk numpang tidur.
Seluruh waktumu kau gunakan untuk mengutak-utik berbagi jenis soal. Di sekolah, di tempat les, di angkutan, bahkan waktumu yang hanya sedikit di rumah masih kau gunakan untuk memecahkan pertanyaan-pertanyaan yang belum sempat terjawab. Ranselmu penuh dengan buku-buku materi dan latihan, bawaanmu melebihi seorang pendaki, berat, namun tetap kau pikul ke manapun perginya. Kamu benar benar telah berjuang!
Semoga kau mendapatkan apa yang selayaknya kau dapatkan.
Kulihat dari kalian, ada yang mati-matian demi bisa naik panggung, mendapatkan angka sempurna, ada juga yang demi bisa lulus saja alhamdulillah.
Namun, Ku harap kau tak membatasi arti sebuah keberhasilan dengan angka-angka yang nanti akan kau dapatkan. Don't limit the meaning of a success! Bahkan sekarang pun Ku lihat dirimu telah berhasil. Bukankah sudah begitu banyak nilai yang telah kau dapatkan dari rangkaian peristiwa Ujian Nasional ini. Ahh! UN memang memberikan banyak pelajaran yang sayang untuk dilewatkan begitu saja.
One of the most interesting things! Adalah bagaimana UN bisa membangun kualitas hubungan antara dirimu dan orang-orang di kelasmu. Entah karena merasa satu perjuangan, kau yang dulu tak pernah punya banyak teman, bahkan orang-orang yang satu kelas denganmu. Selamat! Kau telah berhasil mendapatkan mereka sebagai keluarga baru. Karena mereka kau tak perlu merasa berat, kau tak harus merasa berjuang sendiri. Mereka yang menyemangatimu ketika ghirahmu yang membara perlahan mulai padam. Mereka yang telah mengulurkan tangannya ketika kamu merasa kesulitan. Kuharap jalinan keluarga yang telah kau dapatkan itu tak ikut berakhir setelah upacara kelulusanmu nanti. Jagalah, suatu hari nanti kau pasti merindukannya.
Di waktu yang sama Ujian Nasional ini telah berhasil menjembatani dirimu untuk lebih dekat dengan Tuhanmu. Mungkin karena UN ini kamu bisa merasakan betapa manisnya sepertiga malam terakhir. Kamu bisa merasakan betapa leganya hati saat menguras air mata hanya di depanNya. Betapa kau sekarang sadar, hanya kepada Tuhan kita dapat menaruh pengharapan. Selamat! Sekalai lagi kamu telah berhasil mendapatkan satu nilai yang begitu berarti. Semoga kau tak menyudahinya seiring berakhirnya Ujian Nasional ini.
Seluruh waktumu kau gunakan untuk mengutak-utik berbagi jenis soal. Di sekolah, di tempat les, di angkutan, bahkan waktumu yang hanya sedikit di rumah masih kau gunakan untuk memecahkan pertanyaan-pertanyaan yang belum sempat terjawab. Ranselmu penuh dengan buku-buku materi dan latihan, bawaanmu melebihi seorang pendaki, berat, namun tetap kau pikul ke manapun perginya. Kamu benar benar telah berjuang!
Semoga kau mendapatkan apa yang selayaknya kau dapatkan.
Kulihat dari kalian, ada yang mati-matian demi bisa naik panggung, mendapatkan angka sempurna, ada juga yang demi bisa lulus saja alhamdulillah.
Namun, Ku harap kau tak membatasi arti sebuah keberhasilan dengan angka-angka yang nanti akan kau dapatkan. Don't limit the meaning of a success! Bahkan sekarang pun Ku lihat dirimu telah berhasil. Bukankah sudah begitu banyak nilai yang telah kau dapatkan dari rangkaian peristiwa Ujian Nasional ini. Ahh! UN memang memberikan banyak pelajaran yang sayang untuk dilewatkan begitu saja.
One of the most interesting things! Adalah bagaimana UN bisa membangun kualitas hubungan antara dirimu dan orang-orang di kelasmu. Entah karena merasa satu perjuangan, kau yang dulu tak pernah punya banyak teman, bahkan orang-orang yang satu kelas denganmu. Selamat! Kau telah berhasil mendapatkan mereka sebagai keluarga baru. Karena mereka kau tak perlu merasa berat, kau tak harus merasa berjuang sendiri. Mereka yang menyemangatimu ketika ghirahmu yang membara perlahan mulai padam. Mereka yang telah mengulurkan tangannya ketika kamu merasa kesulitan. Kuharap jalinan keluarga yang telah kau dapatkan itu tak ikut berakhir setelah upacara kelulusanmu nanti. Jagalah, suatu hari nanti kau pasti merindukannya.
Di waktu yang sama Ujian Nasional ini telah berhasil menjembatani dirimu untuk lebih dekat dengan Tuhanmu. Mungkin karena UN ini kamu bisa merasakan betapa manisnya sepertiga malam terakhir. Kamu bisa merasakan betapa leganya hati saat menguras air mata hanya di depanNya. Betapa kau sekarang sadar, hanya kepada Tuhan kita dapat menaruh pengharapan. Selamat! Sekalai lagi kamu telah berhasil mendapatkan satu nilai yang begitu berarti. Semoga kau tak menyudahinya seiring berakhirnya Ujian Nasional ini.
No comments:
Post a Comment