Berproseslah dengan tenang.
Selayaknya Ibu yang damai mengandung anaknya 9 bulan.*
Tak mengapa bila memang harus terjaga lebih lama.
Tak mengapa bila harus menahan nyeri saban hari.
Berproseslah...
Tak jadi soal bila memang harus
berlari lebih jauh.
Tak jadi soal bila memang harus berusaha lebih keras.
Tetaplah berproses...
Tak peduli bila memang diri ini membutuhkan waktu lebih banyak dari yang lain.
Untuk dapat mengerti, untuk memahami arti.
Kamu tak perlu menuntut dirimu sama cepatnya seperti yg lain.
Tak perlu menuntut sama hebatnya seperti yg lain.
Setidaknya kembalikan semua niatan kepada pemiliknya.
Agar selama apapun waktu yang kita perlukan untuk berproses
menjadi salah satu bentuk dzikir yang terus mengalir.
Tetaplah berproses...
Dan jangan berhenti.
Biar Tuhan saja yang menjadi penentu kapan proses ini harus menepi
*kutipan : Menyimpul Sepi

No comments:
Post a Comment