Friday, 2 September 2016

Lepas Terbenam Musim Panen Padi, Terbitlah Musim Layang-Layang.



Hingga sekarang aku tak pernah bosan menyukai layang-layang. Meski seingatku, tak sekalipun sejak dahulu kecil aku mampu membuatnya hilir mudik di angkasa, seperti halnya milik yang lain. 

Setiap kali abangku berhasil membuat layang-layangnya terlihat perkasa di udara, aku selalu tak sabar untuk menggantikannya sebagai pemegang kendali. Alhasil, layang-layang yang sebelumnya terlihat gagah mengangkasa, tak lama kemudiang surut dan layu. Ahrrrgg.. entahlah apa yang salah., jengkel sekali rasanya, rasa iri pun tak lepas menggelitiki hati. 

Meski begitu, aku tak langsung melipir dibuatnya. Pesona layang-layang dan euforia para tuannya selalu mampu membuat aku ikut anjrut-anjrut kegirangan. Aku tetap bahagia meski hanya sebagai penonton setia, dan turut berduka saat mendapati layangang abangku tak mampu mengudara -- mungkin ini perasaan anak kecil yang masih polos, gampang terbawa suasana dan sukanya ikut-ikutan-- 

Mengejar layang-layang? sedari pertama aku sudah bertanya-tanya, kenapa sih, mereka senang sekali mengejar layang-layang putus? Toh, layangannya rusak dan tak dapat diterbangkan lagi. Ahh.. sudahlah. Bagiku, bukan layang-layangnya, tapi berlari-lari di atas batang jerami sisa panen padi musim ini, salah satu hal yang aku sukai. Sesekali aura kompetisi turut menghinggapi hati para pengejarnya. Menambah meriah suasana senja kala itu.

No comments:

[Definisi] Selesai Dengan Diri Sendiri